Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan – Pemeriksaan secara rutin oleh dokter penting juga unuk menjaga kesehatan secara menyeluruh dan agar dokter mengetahui kalau ada perubahan-perubahan yang Anda alami, sehingga dapat segera ditangani. Perawatan kesehatan reproduksi dan seksual untuk perempuan dikenal dengan sebutan ginekologi.

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan secara rutin bermanfaat untuk :

  • Mencegah berbagai penyakit dan keluhan yang berhubungan dengan reproduksi.
  • Memberikan deteksi dini pada penyakit kanker rahim dan leher rahim
  • Mendeteksi secara dini penyakit menular seksual dan kondisi lain sebelum menimbulkan dampak  yang lebih berbahaya.
  • Dapat mencegah kemandulan
  • Memperlancar kehamilan dan kelahiran bayi

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan  ini merupakan kewajiban bagi mereka yang sudah melakukan hubungan seksual, atau yang usianya diatas 18 tahun. Bagi merek ayang sedang atau pernah kena PMS ( penyakit menulat seksual ) atau yang pernah berhubungan seks dengan orang yang kena PMS, atau pernah mengalami penyakit seksual lain, serta mereka yang punya potensi terkena kanker payudara dan kanker leher rahim,  harus lebih sering lagi periksa  ginekologi.

Cara Mencegah Keputihan

Untuk mencegah terjadinya keputihan sekaligus mencegah berulangnya keputihan dapat Anda lakukan dengan baik tips berikut ini:

  • Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup , hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.
  • Setia kepada pasangan. Hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.
  • Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang meyerap keringat, hindari pemakaian celana terlalu ketat. Biasakan unuk mengganti pembalut, pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak.
  • Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang.
  • Hindari pemakaian barang-barang  yang memudahkan penularan seperti meminjamkan perlengkapan mandi dsb. Sedapat mungkin tidak duduk diatas kloset di WC Umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya.

Masalah yang terjadinya pada vagina salah satunya adalah bau vagina. Cara yang bsia dilakukan adalah dengan cara merawat vagina membersihkan vagina dengan lebih intensif. Sebaiknya cara merawat vagina yang baik dilakukan dengan tidak mencuci vagina yang dilakukan dengan berlebihan, apalagi jika memang sabun dari antiseptik, dan akan meningkatkan pH sehingga bisa menggangu keseimbangan dari flora di dalam vagina.
Jika ada masalah yang terjadi pada bau vagina, maka hal yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan mengembalikan lagi tingkat keasaman agar keseimbangan dari Flora vagina. Dengan membasuh daerah pada kemaluan dengan menggunakan air hangat dan juga sabun yang ringan tingkat pH-nya netral yang sudah cukup pada kebanyakan kasus. Jika masalah yang terjadi akan terus berlanjut setelah beberapa hari, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter Anda. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mengenai adanya suatu kondisi yang lain seperti terjadinya penyakit menular seksual yang mengakibatkan bau tidak sedap pada vagina.

Cara merawat vagina yang harus dilakukan adalah :

  1. Jangan mendorong air masuk ke dalam vagina yang dilakukan dengan teknik douching
    Cara merawat vagina dengan tidak menambahkan minyak, antiseptik, sabun, shampoo, dan juga lainnya ke dalam air mandi
  2. Cara merawat vagina dengan tidak menggunakan deterjen keras yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam
  3. Cara merawat vagina yang dilakukan terlalu sering.

Cara Merawat Vagina

Selain itu, beberapa cara merawat vagina alami yang bisa dilakukan adalah :

  1. Melakukan senam otot yang bisa membantu dalam cara merapatkan vagina agar pria bisa lebih lancar dalam melakukan penetrasi dan juga bisa membantu mendapatkan bentuk yang lebih padat berisi.
  2. Mencari posisi yang baaik dimana disaat Anda berdua bisa merasakan gigitan atau juga jepitan yang baik, misalnya dengan cara merubah posisi klasik dengan melakukan variasi gerakan dalam melakukan hubungan seksual.
  3. Mengatur posisinkaki Anda supaya Anda bisa menjepit dengan baik disaat sedang melakukan hubungan seksual.
  4. Gantilah celana dalam yang terbuat dari bahan katun
  5. Mengganti pemakaian pembalut dan juga pemakaian tampon yang dilakukan 3-4 jam sekali.
  6. Hindarilah penggunaan dari deodoran aerosol dan vagina
  7. Mencuci vagina dengan menggunakan pembersih vagina yang terbuat dari bahan alami dan dibilas menggunakan air bersih.
  8. Hindari pemakaian dari celana dalam yang terlalu ketat dan juga pemakaian dari kain sintetis yang langsung pada kulit
  9. Usaplah dari mulai arah depan ke belakang dan jangan lakukan sebaliknya.
  10. Hindari suhu yang panas dan juga suhu yang terlalu lembab

Cara lainnya adalah dengan mengonsumsi jamu tradisional yang memang khusus membantu merapatkan vagina. Resep yang banyak digunakan adalah campuran dari rebusan daun sirih, buah gambir, irisan kulit pinang muda, dan juga kapur sirih yang digunakan secukupnya saja. Bahan-bahan tadi bisa dicampurkan menjadi satu dan setelah itu direbus sampai mendidih. Setelah itu diamkanlah sampain hangat dan minumlah. Kebahagiaan dalam melakukan hubungan seksual adalah mempunyai vagina menjadi bersih dan wangi serta bisa membantu mencegah terjadinya keputihan atau juga membuatnya menjadi perawan lagi.

Pemeriksaan Rutin Organ Reproduksi Kewanitaan


=====================================

>>> Intimate Tissue Majakani Extract Untuk Merawat Organ Intim Wanita, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Cara Merawat Vagina and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>